Langsung ke konten utama

Yuk Mulai Berinvestasi !

Instagram

Tips dan Cara Menghindari Investasi Bodong (Tertipu Lagi Deh)

Apakah Sobat Investor pernah mendengar kalimat-kalimat seperti ini di bawah ini?

"Investasi Disini, Pasti Cuan dan Auto Kaya !"

"Suntik Modal Rp 10 juta, dapat cuan 20% per bulan"

"Trading Emas, Deposit Minimal dan cuan 1% per hari"



Jika teman-teman sering mendengar dan mendapat tawaran investasi seperti ini, maka teman-teman harus waspada. Dalam berinvestasi kita harus membuat logika kita berada di depan, bukan malah emosi.

Mengapa kita gampang tertarik dengan penawaran-penawaran seperti di atas?

Karena emosi kita sedang dimainkan.

Manusia pada umumnya ingin mendapatkan uang dengan cara yang mudah dan cepat tentunya. Dengan mudah dan gampang nya, kita hanya memberikan uang dan langsung mendapatkan untung yang besar.

Mengapa Investasi bodong tetap hidup dan malah berkembang?

Kurangnya pengetahuan atau literasi keuangan adalah penyebab utamanya. Masyarakat kita terbiasa dengan hal-hal yang instan. Lihat saja perilaku dan tingkah pengendara di jalan raya, semua ingin terburu-buru dan tidak sabaran seperti ingin mengejar sesuatu tanpa memikirkan nyawa diri sendiri dan nyawa orang lain.

Begitu pula dengan investasi bodong, mudah bagi kita merelakan uang hasil kerja keras kita kepada investasi yang tidak jelas asal-usulnya.

Kita menganut paham Yang Penting Cuan (YPC). Apapun itu, jika menghasilkan cuan maka kita akan ikut.

Sebenarnya tidak ada salahnya kita mengejar cuan atau profit, namun sangat penting bagi kita untuk melihat faktor resiko yang terkandung dari setiap keputusan investasi yang kita buat.

Jangan sampai karena tergiur dengan untung yang besar, malah uang kita habis tak bersisa.

Pada Umumnya, Modus Investasi Bodong selalu memberikan untung yang besar.

Tidak disadari oleh orang banyak bahwa uang tersebut berasal dari uang investor lain yang dicari oleh para member. Mungkin teman-teman sering mendengar Ponzi Scheme (Skema Ponzi).

Skema Ponzi dilakukan Charles Ponzi di Amerika Serikat dan sampai sekarang banyak ditiru oleh para cukong atau bandar investasi bodong.

Skema ini banyak ditiru dan dikemas dengan jualanan Produk, Jasa, MLM, Crypto, Forex, Robot Trading, Emas, dll.

Banyak kasus yang terjadi di Indonesia dan terus berulang terjadi, seperti kasus jemaah Umrah First Travel yang menawarkan Umrah murah. Buntutnya, skema tersebut Bubble atau pecah.

Robot Trading juga banyak menawarkan keuntungan yang fantastis termasuk juga dunia krypto yang banyak scam nya karena dimanfaatkan banyak pihak untuk "mengambil uang" orang lain.

So, demi mencegah hal-hal demikian hendaknya kita lebih aware dengan dunia investasi di sekitar kita.

Mulai lah mencari referensi dari buku-buku dan Youtube agar kita mencadi siap secara keuangan.

Walaupun tawaran itu datang dari keluarga maupun teman dekat kita, jangan sungkan untuk menolaknya.

Karena berdasarkan pengalaman penulis, justru peluang kehancuran di investasi ilegal banyak datang dari orang-orang terdekat.

Ingat teman, sayangi uang anda, uang hasil kerja keras anda siang dan malam.

Jangan mudah tergiur karena keuntungan tinggi. Melihat postingan teman dan keluarga kita : "Setiap hari cuan tanpa bekerja".

Heheheheh.... Sadar Broooo...Banggguunn..hahahaha

Ingat Prinsip ini: "Untung tinggi, tapi kita tidak tahu kapan Bubble tersebut akan pecah"

Modal dan Untung yang kita tanam, bisa hilang semua nya dalam sekejap mata.

Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman agar terhindar dari investasi ilegal alias bodong.

Jangan lupa bagikan artikel ini bagi keluarga dan teman-teman kalian yang masih bebal dan tetap menghidupkan investasi yang berunsur penipuan.



Komentar

Paling Banyak dibaca

Apa itu Bank Buku I, II, III, dan IV?

Dalam dunia perbankan Indonesia, terdapat pembagian Bank menurut modal intinya. Terdapat 4 klasifikasi Bank, yaitu : 1. Bank Buku I 2. Bank Buku II 3. Bank Buku III 4. Bank Buku IV 1. Bank Buku I Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp 1 Triliun. Bank Buku I merupakan Bank yang paling kecil dari keempat jenis Bank di atas. Contoh Bank Buku I : - Bank Maspion - Bank Sulut - Bank Artos - Bank Pundi - Bank Sampoerna - Bank NTB - Bank NTT - Bank Yogyakarta - Bank Dinar Indonesia - Bank Capital - Bank Harda Internasional 2. Bank Buku II Bank yang modal intinya Rp 1 Triliun sampai Rp 5 Triliun. Contoh Bank Buku II : - Bank Sinarmas - Bank Aceh - Bank Riau Kepri - Bank MNC Internasional - Bank BPD Bali - Bank Ekonomi - Bank Sumut - Bank Papua - Bank Nobu - Rabobank Indonesia  - Bank Artha Graha Internasional  - Bank Victoria 3. Bank Buku III Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp5 Triliun sampai Rp30 Triliun. Contoh Bank Buku III : - B

Cara dan Langkah Membuka Akun Saham Online

Untuk membuka rekening saham online di Phillip Sekuritas Indonesia diperlukan beberapa syarat. Syarat-syarat membuka akun saham online yang harus dipenuhi adalah : 1. Foto KTP 2. Foto NPWP (Tidak Wajib) 3. Cover Depan Buku Tabungan (Jika menggunakan RDN Bank Mandiri dan Sinarmas)* *Khusus untuk yang ingin membuka Rekening Saham BCA dan Bank Permata, poin yg ketiga tidak diperlukan .  Yang penting kamu sudah mengingat nomor rekening BCA atau Permata nya. Nah satu keunggulan jika kamu sudah memakai rekening BCA atau rekening Bank Permata, kamu tidak perlu print dokumen fisik lagi. Jadi bisa langsung daftar sampai selesai semuanya full online. Jadi melalui handphone kamu, sekarang kamu bisa membuka akun saham online . Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah : 1. Mendownload Aplikasi Resmi Poems (Milik Phillip Sekuritas Indonesia)  Linknya ada disini : Aplikasi Saham 2. Setelah Download, Pilih Open Account. 3. Kemudian pada bagian Saya mengetahui POEMS dari Mitra  jangan lupa diisi

Bagaimana bisa dapat uang alias untung di pasar saham?

Dalam investasi saham , ada 2 cara untuk kita mendapatkan uang, yaitu : 1. Capital Gain 2. Dividen Mari kita bahas satu per satu : Apakah itu Capital Gain? Capital Gain adalah meningkatnya sebuah nilai saham yang kita beli, sehingga kita bisa menjualnya di harga yang lebih tinggi.  Apakah ketika harganya tinggi sebuah saham harus dijual, tidak harus. Semua tergantung tujuan dan strategi masing-masing investor. Jadi selagi kita belum menjual sebuah saham, kita belum dianggap untung atau rugi. Yang Kedua Dividen. Dividen adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan karena menjalankan sebuah usaha dan keuntungan tersebut dibagikan kepada pemegang saham (shareholder), biasanya dibagikan setiap tahun atau 2x dalam setahun. Pembagian dividen bisa berupa uang tunai(cash)   maupun pembagian saham . Cash yang diberikan Per Lembar Saham,  Contoh : Dividen BBRI tahun ini sebesar Rp250/Lembar saham . Tinggal dikali saja berapa yang kalian dapatkan dengan cara berapa lembar saham yang kalian milik

Rekomendasi Buku Saham untuk Pemula sampai Expert

Bicara mengenai buku, memang tidak ada habisnya. Banyak buku-buku investasi yang ditulis dari tahun 1940-an dari masih relevan sampai sekarang. Investasi memang sangat dinamis dan selalu memiliki trend yang tersendiri. Tidak ada salahnya mengikuti trend yang ada. Bahkan legenda investasi dunia, seperti Warren Buffett juga memiliki pendekatan yang berbeda-beda dari pengalamannya berinvestasi lebih dari 80 tahun. Beliau sudah memulai investasi ketika berumur 11 tahun. Berikut adalah buku-buku yang dapat membantu kamu untuk belajar investasi saham dan memiliki mindset serta emosional yang bagus dalam memulai investasi : 1. The Intelligent Investor (Benjamin Graham) Buku ini ditulis oleh guru Warren Buffett dalam berinvestasi, yaitu Benjamin Graham. Graham merupakan dosen Warren Buffett ketika berkuliah di Columbia University, Amerika Serikat . Pendekatan investasi yang ditulis oleh Benjamin Graham dalam buku ini adalah tentang Value Investing. Dalam dunia investasi, sering sekali terjadi

Investasi Tenang dan Cuan Berkat Moat Dalam Saham

Parit ekonomi (Moat Economic) adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan untuk melindungi margin keuntungannya dari pesaing. Ini adalah keunggulan yang tidak mudah ditiru, sehingga menciptakan penghalang efektif terhadap persaingan, sehingga memungkinkan perusahaan menghasilkan keuntungan berlebih untuk memberikan hasil yang lebih besar kepada pemegang saham. Sebaliknya, bayangkan jika sebuah perusahaan tidak memiliki moat. Kelebihan keuntungan menarik persaingan seperti lebah ke dalam honeypot. Pada akhirnya kelebihan keuntungan ini akan dengan cepat dikompetisikan dan seringkali pemegang saham akan mendapatkan keuntungan yang pas-pasan. Untuk menemukan perusahaan yang dapat menambah kekayaan Anda selama beberapa dekade seperti yang dilakukan perusahaan seperti Sees’ Candies atau Geico yang diinvest oleh investor legendaris   Warren Buffett , pertama-tama kita perlu menentukan apakah mereka memiliki parit ekonomi yang tahan lama untuk melindungi margin keuntungannya. Mari