Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021
Instagram

Mengapa Saham Bagus dan Terkenal malah harganya turun?

Bapak Value Investing Dunia,  Benjamin Graham pernah mengatakan  : "In the short run, the market is like a voting machine--tallying up which firms are popular and unpopular. But in the long run, the market is like a weighing machine--assessing the substance of a company."         Bursa Saham Tahun 1918 di Austria Terkadang kita bingung mengapa saham2 hebat, kok dalam jangka pendek bisa menjadi jelek? Ya wajar saja, karena dalam jangka pendek, pasar saham adalah Tempat Voting. Ketika banyak yang membeli di harga tinggi, maka harga saham akan naik. Ketika yang terjadi sebaliknya, maka harga saham akan turun. Terkadang ada saham2 yg menjadi favorit investor dalam jangka pendek dan sebaliknya. Dalam jangka panjang, fundamental perusahaanlah yang akan memberikan jawaban kemana arah saham nya di masa yang akan datang. Kesabaran dan Analisa yang tepat lah yang akan memberikan kita hasil yang maksimal dalam pasar modal.

Beli Saham Ini! Ketika Harga Saham Turun

Jangan Panik ketika harga saham turun. Kenaikan dan Penurunan harga saham adalah hal yang biasa di pasar modal. Ketika banyak investor yang menjual harga saham nya di harga rendah, maka harga saham akan turun terus. Istilah kerennya Panic Selling. Kebalikan dari Panic Selling adalah Panic Buying . Ketika Panic Buying, semua orang berlomba-lomba untuk membeli saham. Tidak peduli saham apapun itu. Bahkan Valuasi Saham X bisa berkali-kali lipat dari harga wajarnya, tidak peduli apakah emiten tersebut punya bisnis yang bagus, balance sheet yang kuat, atau sedang bermasalah. Yang penting harganya naik. Bisa saja memang, kita mendapatkan profit yang besar dengan cara seperti itu, asalkan kita tahu kapan timing yang tepat untuk menjual saham-saham model seperti itu dan kita harus berpuas diri walaupun harga sahamnya naik terus. Penurunan harga saham harus disikapi dengan bijak. Bagi yang mempunyai monye management yang baik, tentu selalu mempunyai uang cash untuk berjaga-jaga agar tetap bis

Mengapa Saham Sektor Konstruksi mulai Rebound di Tahun 2020?

Kinerja beberapa saham di Sektor Konstruksi seperti Waskita Karya (WSKT), Wijaya Karya (WIKA), Pembangunan Perumahan (PTPP), Waskita Beton Precast (WSBP) di Tahun 2020 itu tergolong sangat moncer, apalagi jika investor yang baru mulai berinvestasi di awal terjadinya pandemi sekitar bulan Maret 2020. Padahal kinerja keuangan sektor konstruksi belum membaik di tahun 2020 ini. Dari tahun 2018, harga saham-saham konstruksi mulai menurun sangat drastis.  Mari kita lihat performa saham konstruksi sepanjang 2020 di bawah ini : WSKT WIKA PTPP WTON WSBP Tentunya gain tersebut bis lebih besar lagi jika teman-teman lebih byk membeli di harga bawah ketika bulan April 2020. Kira-kira apa yang menjadi katalis positif, bagi emiten konstruksi sehingga harga saham nya naik drastis di tahun 2020 1. Sovereign Wealth Fund (SWF) Dibentuknya Sovereign Wealth Fund (SWF) membuat pemerintah lebih mudah untuk mendapatkan dana demi pembangunan infrastruktur sehingga tidak terlalu tergantung pada APBN . Besarn