Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020
Instagram

Jangan Takut Memulai Investasi Saham !

Mendengar kata "saham" seolah-olah menjadi hal yang sangat tidak disarankan. Masih banyak asumsi di masyarakat yang menganggap bahwa bursa saham adalah tempat penipuan yg resmi. Tentu asumsi itu tidak sepenuhnya salah, tetapi asumsi itu juga bukan asumsi yang benar. Mengapa asumsi demikian bisa terbentuk di masyarakat? Hal ini tak lepas dari banyaknya investasi bodong , penipuan investasi , investasi ilegal yang ada di masyarakat. Banyaknya masyarakat yang tertipu dengan iming2 keuntungan yang luar biasa besar di waktu yang sangat singkat. Jumlah kerugian pun bukan angka yang kecil. Jika ditotal bisa ratusan triliun Rupiah. Itu belum termasuk penipuan2 yang belum dilapor ke OJK. Sedih memang mendengar fenomena ini.  Kurang nya literasi maupun referensi bacaan tentang pasar modal merupakan salah satu alasannya. Tetapi sekarang ini, itu bukanlah alasan lagi. Banyak kok blog-blog, medsos , youtube yang mengulas tentang investasi . Tergantung kita saja, mau mempelajari nya ata

Diversifikasi saham sudah pasti mengamankan aset dari kerugian?

Penting kah kita melakukan diversifikasi? Penting. Akan tetapi, terlalu banyak diversifikasi akan menyebabkan performa keuntungan yang kita dapatkan menjadi berkurang. Jadi saran mimin, pandai2 lah dalam mengatur portfolio kita. Saham yang bagus seharusnya nilai nya lebih besar. Jika ada saham yg lumayan beresiko, yah dicoba dengan uang yg 'kecil' saja.  Coba bayangin ketika kita punya byk saham yg bagus dan ada 1 saham yg naik 50%, tetapi persentase saham tersebut dalam portfolio kita hanya 2% dari total investasi. Sungguh merupakan suatu hasil yg kurang maksimal. Jangan gara2 ingin mendapat untung yg luar biasa, malah jd rugi parah. Tentukan prioritas investing dan trading kita.

Apa itu Bank Buku I, II, III, dan IV?

Dalam dunia perbankan Indonesia, terdapat pembagian Bank menurut modal intinya. Terdapat 4 klasifikasi Bank, yaitu : 1. Bank Buku I 2. Bank Buku II 3. Bank Buku III 4. Bank Buku IV 1. Bank Buku I Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp 1 Triliun. Bank Buku I merupakan Bank yang paling kecil dari keempat jenis Bank di atas. Contoh Bank Buku I : - Bank Maspion - Bank Sulut - Bank Artos - Bank Pundi - Bank Sampoerna - Bank NTB - Bank NTT - Bank Yogyakarta - Bank Dinar Indonesia - Bank Capital - Bank Harda Internasional 2. Bank Buku II Bank yang modal intinya Rp 1 Triliun sampai Rp 5 Triliun. Contoh Bank Buku II : - Bank Sinarmas - Bank Aceh - Bank Riau Kepri - Bank MNC Internasional - Bank BPD Bali - Bank Ekonomi - Bank Sumut - Bank Papua - Bank Nobu - Rabobank Indonesia  - Bank Artha Graha Internasional  - Bank Victoria 3. Bank Buku III Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp5 Triliun sampai Rp30 Triliun. Contoh Bank Buku III : - B

Earning Per Share (EPS) dalam Analisa Fundamental Saham

Dalam Analisa Fundamental Saham , dikenal salah satu cara klasik untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor. Komponen apa saja yang dimasukin untuk menghitung  EPS  sebuah Emiten ? 1. Laba Bersih per Saham   2. Jumlah Saham yang beredar Bagaimana Cara menghitung Earning Per Share (EPS) ? Laba perusahaan adalah Rp. 2.000.000.000  Jumlah lembar saham perusahaan adalah 100.000.000 lembar   Maka, laba bersih per saham adalah Rp. 2.000.000.000 / 100.000.000 = Rp. 20 / lembar saham. Angka di atas adalah contoh bahwa setiap lembar saham dapat menghasilkan keuntungan Rp20. Jadi, teman-teman gak perlu bingung lagi mengenai EPS. Biasanya, semakin besar EPS suatu emiten maka semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk menghasilkan untung bagi para pemegang sahamnya. Akan tetapi naiknya sebuah EPS emiten bukan hanya karena laba bersih yang meningkat, bisa saja ada faktor lain yg mempengaruhi nya. Faktor yang

Harga Saham Unilever = Rp 4 Juta Per Lembar, Kok Bisa?

Bayangin harga saham PT. Unilever Indonesia Tbk = Rp4 Juta/Lembar. Minimal pembelian adalah 100 lembar alias 1 lot, maka kita harus merogoh kocek Rp400 juta untuk membeli 1 lot saham Unilever. Wow....... Bagaimana sih sejarah nya saham Unilever nominalnya Rp8000 sekarang padahal nilai aslinya adalah Rp4juta per lembar.  Ini dia history nya : Jadi teman-teman tidak perlu bingung lagi Mengapa perusahaan sekelas Unilever harga saham nya Rp8000 sedangkan Bank BCA Rp30.000 ? Terjawab sudah, bahwa kita harus melihat history Corporate Action yang dilakukan suatu emiten. Saham mana saja yang sudah melakukan stock split yg kamu ketahui dan berapa nilai saham sesungguhnya jika tidak melakukan stock split?

Berapa Harga Saham yang Murah?

Berapa sih harga saham yang murah? BBCA harga nya Rp30.000 sedangkan BBRI Rp3000, lantas apakah BBCA mahal dan BBRI murah ? Belum Tentu. Di dalam dunia investasi, kita tidak bisa hanya berpatokan pada harga yang tertera di pasar. Proses pembentukan harga suatu saham sangat dipengaruhi oleh performa emiten tersebut dan satu lagi yang tak kalah penting adalah komponen waktu. Perusahaan-perusahaan hebat sudah melalui banyak periode keemasan maupun periode yang buruk. Sehingga secara jangka panjang, harga saham perusahaan-perusahaan hebat akan mengikuti performa keuangan mereka. Dalam contoh kasus BBRI, harga saham BBRI sekarang ini sudah mengalami Stock Split 1:6 yang artinya sebenarnya harga saham BBRI skrg adalah sekitar Rp18ribuan. Untuk pengertian stock split, akan kita bahas di artikel selanjutnya. Jadi sebelum membeli saham, jangan hanya melihat harga yang tertera saja. Walaupun harga sebuah saham Rp300/lembar belum tentu juga harganya murah. Kita cek dulu, apa value

4 Alasan Klasik Tidak Memulai Investasi Saham

Investasi yang paling mahal dan berharga adalah waktu.  Alasan-alasan klasik yang membuat orang menunda untuk berinvestasi adalah : 1. Takut Rugi. Padahal kerugian bisa diatur dengan manajemen resiko yg baik. Tidak semua saham di bursa mengandung resiko yang tinggi. 2.  Tidak punya uang. Padahal dengan uang Rp100rb pun sudah bisa memulai investasi. 3. Gak sempat liat2 saham setiap hari. Tidak ada yang memaksa kita untuk melihat saham setiap hari, setiap jam, setiap menit, maupun setiap detik. 4. Tidak Paham. Semua orang adalah pemula pada awalnya. Semakin cepat memulai nya, semakin cepat kita belajar dan semakin banyak pengalaman yang kita dapatkan. Kira2 apalagi kendala maupun alasan, mengapa kita masih belum berinvestasi. Coba komen di bawah or tag teman kamu yg belum memulai investasi saham.

Pengertian Saham First Liner, Second Liner, dan Third Liner

Dalam dunia investasi saham, dkenal tiga lapis saham. Tidak terlalu banyak ya, seperti iklan sebuah wafer, berapa lapis? ratusan, lebih...hehehe Tiga Lapis Saham ini bertujuan agar memberikan gambaran kepada kita, perusahaan yang bagaimana yang sesuai dengan profil investasi kita. Jika kita seorang yang "mencari aman" tentunya saham-saham first liner (blue chips) adalah pilihan utama kita. Jika kita mengedepankan return yang tinggi, saham second liner dan third liner bisa memberikan peluang profit yang jauh lebih besar. Walaupun tentunya dibarengi dengan resiko yang ada. Mari kita bahas 1 per satu ya 1. Saham First Liner (Blue Chips) Ciri-Ciri Saham Blue Chips sudah pernah dibahas di blog ini sebelumnya. Boleh dilihat di link berikut ini  Apa Itu Saham Blue Chip ? Sudah pasti ya Saham First Liner adalah perusahaan-perusahaan matang yang sudah mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun. Produk-produknya juga sangat dikenal luas di masyarakat. Contoh perusahaan-perusaha

Belajar Saham Untuk Pemula sampai Mahir

Dalam investasi pasar modal, hal yang pertama harus dilakukan adalah memahami konsep investasi dan mekanisme perdagangan saham itu sendiri. Sehingga yang pertama yang harus dimiliki adalah : 1. Mindset yang benar tentang investasi Jadi kalau mindset nya sudah gak benar, akan sangat sulit berhasil di pasar modal. Pasar Modal adalah tempat untuk mendapatkan uang dan menambah kekayaan dalam jangka panjang. Namun perlu digarisbawahi bukan berarti kita tidak dapat mendapatkan untung dalam jangka pendek. Dalam setiap lembar saham yang kita beli, terkandung bisnis di dalamnya. 2. Pengetahuan (Knowledge) Hampir semua orang-orang yang berhasil di pasar saham adalah orang-orang yang gemar membaca. Bahkan Warren Buffett , orang terkaya nomor 3 di dunia, setiap hari menghabiskan waktunya dengan banyak membaca. Jangan asal ikut-ikutan ketika orang lain beli saham apa, kita ikut juga tanpa ada dasar yang jelas. 3. Kecerdasan Emosional Ini adalah salah satu faktor yang sangat menentukan

Bagaimana bisa dapat uang alias untung di pasar saham?

Dalam investasi saham , ada 2 cara untuk kita mendapatkan uang, yaitu : 1. Capital Gain 2. Dividen Mari kita bahas satu per satu : Apakah itu Capital Gain? Capital Gain adalah meningkatnya sebuah nilai saham yang kita beli, sehingga kita bisa menjualnya di harga yang lebih tinggi.  Apakah ketika harganya tinggi sebuah saham harus dijual, tidak harus. Semua tergantung tujuan dan strategi masing-masing investor. Jadi selagi kita belum menjual sebuah saham, kita belum dianggap untung atau rugi. Yang Kedua Dividen. Dividen adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan karena menjalankan sebuah usaha dan keuntungan tersebut dibagikan kepada pemegang saham (shareholder), biasanya dibagikan setiap tahun atau 2x dalam setahun. Pembagian dividen bisa berupa uang tunai(cash)   maupun pembagian saham . Cash yang diberikan Per Lembar Saham,  Contoh : Dividen BBRI tahun ini sebesar Rp250/Lembar saham . Tinggal dikali saja berapa yang kalian dapatkan dengan cara berapa lembar saham yang kalian milik

Ciri-Ciri Saham Bagus Untuk Diinvestasikan Secara Fundamental

Analisa Fundamental (Fundamental Analysis/FA) adalah salah satu cara yang digunakan investor untuk melihat sebuah saham layak atau tidak untuk dibeli. Ukuran layak atau tidak memang, terkadang subjektif maupun objektif. Banyak ukuran yang dapat kita pakai dalam menilai layaknya sebuah emiten/perusahaan untuk dibeli sahamnya. Secara Umum, inilah ciri-ciri saham yang layak kita investasikan : 1. Memiliki management yang bagus, transparan, dan solid ( Good Corporate Governance yang bagus) 2. Kinerja keuangan 10 tahun terakhir mengalami kenaikan secara berkesinambungan. 3. Produk dan Jasa yang ditawarkan perusahaan ini sangat populer dan laku keras di pasaran. 4. Merupakan salah satu pemimpin pasar ( market leader ) di bidang nya 5. Sahamnya Undervalued ( Nilai sahamnya berada di bawah nilai wajar emiten tersebut).     Untuk poin nomor 5 ini, akan kita bahas di postingan selanjutnya bagaimana melihat saham-saham         yang undervalued. 6. Tidak terlalu memiliki utang yang banyak alias

Apa itu Saham Blue Chip dan Saham Apa Saja yang Termasuk Saham Blue Chip?

Beli saja saham-saham Blue Chip , begitulah perumpamaan yang sering kita dengar di pasar modal. Sebenarnya, apa sih saham Blue Chip itu? Saham Blue Chip adalah istilah yang digunakan untuk menyebut perusahaan-perusahaan yang sudah matang dan besar selama bertahun-tahun. Perusahaan-Perusahaan ini sudah membuktikan secara bertahun-tahun bahwa mereka dapat secara konsisten menghasilkan laba atau profit bagi para pemegang saham alias investor. Di Indonesia, yang termasuk perusahaan-perusahaan Blue Chip banyak bergerak di bidang Finance ( keuangan) dan Consumer Goods. Contohnya 4 Bank besar Indonesia yaitu : Bank BCA, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. Di sektor Consumer Goods ada nama-nama besar seperti: Unilever, Sampoerna, Gudang Garam, Indofood, Ace Hardware. Di sektor telekomunikasi juga ada BUMN seperti Telkom . Perusahaan-perusahaan ini sudah membuktikan secara bertahun-tahun bahwa mereka konsisten mencetak laba(profit), walaupun ada tahun2 yang menantang contohnya sa