Langsung ke konten utama

Yuk Mulai Berinvestasi !

Instagram

Prospek Saham Bank Big Four : BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI di tengah penurunan harga saham

Ketika artikel ini ditulis, saham2 perbankan besar Indonesia mengalami koreksi yang cukup dalam. Harga saham bank-bank besar BUMN Indonesia seperti : Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI harganya mengalami penurunan yang lumayan sekitar 20% jika dihitung dari awal tahun 2025. Bank swasta terbesar di Indonesia dari segi kapitalisasi, seperti Bank BCA, juga mengalami penurunan harga saham yang lumayan.

Banyak yang berasumsi bahwa penurunan ini terjadi karena pemerintah sebagai pemegang saham terbesar di saham bank BUMN, jauh lebih banyak ikut campur dalam hal dividen saham yang dihasilkan. Jika dahulu, dividen bank BUMN langsung disetorkan ke kas negara, sekarang ini  dividen BUMN wajib disetorkan ke Badan Pengelola Investasi (BPI) yaitu Danantara. Tugas Danantara adalah menginvestasikan kembali dividen tersebut agar menghasilkan profit bagi negara. Hal ini sebenarnya adalah tujuan yang baik. Namun investor banyak mempertanyakan tentang transparansi Badan Pengelola Investasi ini. Wajar saja, harga saham bank-bank berguguran. Banyak yang meragukan transparansi dari danantara. Butuh waktu bagi Danantara untuk meyakinkan para investor, bahwa yang dilakukan adalah tujuan mulia.

Menurut penulis, prospek saham-saham bank BUMN masih sangat besar dalam jangka panjang. Bank merupakan nadi ekonomi, jika bank2 ini mengalami kesulitan keuangan maka semua sektor ekonomi akan berdampak sangat besar. Indonesia sudah melewati banyak krisis, seperti tahun 1998, 2008, 2020. Koreksi yang terjadi pada akhirnya diikuti rebound yang sangat luar biasa.

Teman-teman bisa memanfaatkan Dollar Cost Averaging (DCA), membeli sahamnya secara cicil. Jika ada uang, beli secara pelan2 sehingga harga rata2 yang kita dapatkan menjadi sangat ideal. Kalau harga sahamnya turun lebih dalam dan anda ingin membeli lebih banyak, maka lebih bagus.

Komentar

Paling Banyak dibaca

Apa itu Bank Buku I, II, III, dan IV?

Dalam dunia perbankan Indonesia, terdapat pembagian Bank menurut modal intinya. Terdapat 4 klasifikasi Bank, yaitu : 1. Bank Buku I 2. Bank Buku II 3. Bank Buku III 4. Bank Buku IV 1. Bank Buku I Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp 1 Triliun. Bank Buku I merupakan Bank yang paling kecil dari keempat jenis Bank di atas. Contoh Bank Buku I : - Bank Maspion - Bank Sulut - Bank Artos - Bank Pundi - Bank Sampoerna - Bank NTB - Bank NTT - Bank Yogyakarta - Bank Dinar Indonesia - Bank Capital - Bank Harda Internasional 2. Bank Buku II Bank yang modal intinya Rp 1 Triliun sampai Rp 5 Triliun. Contoh Bank Buku II : - Bank Sinarmas - Bank Aceh - Bank Riau Kepri - Bank MNC Internasional - Bank BPD Bali - Bank Ekonomi - Bank Sumut - Bank Papua - Bank Nobu - Rabobank Indonesia  - Bank Artha Graha Internasional  - Bank Victoria 3. Bank Buku III Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp5 Triliun sampai Rp30 Triliun. Contoh ...

Daftar Perusahaan Manufaktur Tbk yang Melantai di Bursa Efek Indonesia

Pada dasarnya perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi, artinya perusahaan-perusahaan ini memproduksi barang mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi. Penasaran nih dengan daftar saham-saham yang merupakan produsen di Indonesia, yuk kita lihat pembagiannya. Bursa Efek Indonesia (BEI) membagi perusahaan manufaktur menjadi tiga bagian : 1. Sektor Industri Dasar dan Kimia 2. Sektor Industri Aneka 3. Sektor Industri Barang Konsumsi OK. Kita bahas satu per satu ya. mulai dari Sektor Industri Dasar dan Kimia. 1. Sektor Industri Dasar dan Kimia terdiri lagi dari 8 sub-sektor yaitu : a. Sub Sektor Semen Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) b. Sub Sektor Keramik Porselin dan Kaca Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) Inti Keram...

Cara dan Langkah Membuka Akun Saham Online

Note : Semua rekening sudah bisa membuka akun saham secara online di Phillip Sekuritas. Perbedaannya, jika kamu sudah memiliki rekening BCA , maka kamu tinggal memilih RDN Bank BCA . Jika kamu belum memiliki rekening BCA , maka kamu tinggal memilih RDN Bank Permata . Untuk membuka rekening saham online di Phillip Sekuritas Indonesia diperlukan beberapa syarat. Syarat-syarat membuka akun saham online yang harus dipenuhi adalah : 1. Foto KTP 2. Foto NPWP (Tidak Wajib) 3. Cover Depan Buku Tabungan (Jika menggunakan RDN Bank Mandiri dan Sinarmas)* *Khusus untuk yang ingin membuka Rekening Saham BCA dan Bank Permata, poin yg ketiga tidak diperlukan .  Yang penting kamu sudah mengingat nomor rekening BCA atau Permata nya. Nah satu keunggulan jika kamu sudah memakai rekening BCA atau rekening Bank Permata, kamu tidak perlu print dokumen fisik lagi. Jadi bisa langsung daftar sampai selesai semuanya full online. Jadi melalui handphone kamu, sekarang kamu bisa membuka akun saham online . ...

Mengapa Saham Sawit Jarang Naik ? Padahal Performa Oke.

Pertanyaan dari judul di atas terus muncul dari benak saya. Seperti yang kita ketahui harga sawit mencapai titik tertinggi alias All Time High di tahun 2022, tetapi harga sahamnya tidak naik banyak dan malah cenderung turun. Hal ini bertolak belakang dengan saham komoditas lain seperti batubara, yang harga sahamnya langsung mengekor naik ketika perusahaan mendapatkan profit yang besar di tahun 2022. Sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Kedua komoditas ini sangat penting dan dibutuhkan di seluruh dunia. CPO diperlukan untuk pembuatan minyak goreng, margarin, sabun, dan juga untuk kendaraan biodiesel. Batubara tidak kalah pentingnya untuk menerangi hidup kita di malam hari dan memberikan kehidupan bagi manusia, yaitu listrik. Commodity Boom adalah istilah yang sering digunakan para pemerhati pasar modal dalam melihat fenomena ini. Dimana saat harga-harga komoditas naik gila-gilaan. Mengapa produsen sawit untung besar namun sahamnya tidak naik? Menurut opini dan analisa yang saya lakukan...

Jadwal Dividen Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Tahun 2023

Berikut adalah jadwal pembagian   Dividen Saham  Tunai  Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Tahun 2023 Untuk  tahun buku 2022 . 1.  Tanggal   Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi  :   05 Juli 2023 2. Tanggal Ex Dividen di Pasar Regular & Pasar Negosiasi :  06  Juli 2023 3. Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai : 07  Juli 2023 4. Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai : 10  Juli 2023 5. Tanggal Pencatatan (Recording Date) : 07  Juli 2023 6.  Tanggal Pembayaran Dividen Tunai  :   25  Juli  2023 7. Tanggal Penyerahan bukti rekam SKD/DGT : 12 Juli 2023 8. Setiap 1 (Satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar  Rp 15  (Lima Belas Rupiah) Note : Untuk mendapatkan dividen, anda harus memiliki saham tersebut ketika  Cum Date  di Pasar Reguler berakhir. Ketika  Perdagangan di Tanggal Cum Date berakhir , barang siapa yang memiliki saham SIMP   maka berhak m...