Langsung ke konten utama

Yuk Mulai Berinvestasi !

Instagram

Mau Investasi Reksadana? Baca Dulu Artikel Ini !

 

Salah satu Produk Investasi di Pasar Modal selain Saham dan Obligasi, adalah Reksadana. Banyak yang merupakan investor pemula di Pasar Modal menganggap investasi Reksadana adalah investasi yang relatif aman daripada saham. Benarkah begitu?

Jawabannya, belum tentu. Karena Reksadana juga banyak jenis nya, sehingga kita harus tahu jenis reksadana mana yang kita beli dan di platform mana kita membeli nya.


Secara defenisi, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio Efek oleh Manager Investasi (MI).


Secara sederhana, investasi di Reksadana yaitu memberikan kepercayaan kepada suatu Institusi/Lembaga Keuangan untuk mengelola uang kita sehingga mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.
Manager Investasi ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ternyata, Reksadana ada 4 jenis loh guys. Profile Investasi setiap orang berbeda-beda, jadi sebelum memulai investasi reksadana, kita harus tahu terlebih dahulu profile investasi kita. Tak lupa, kita juga harus tahu jenis reksadana yang ingin kita beli.

Reksadana yang dana investasinya sebagian besar dalam bentuk efek ekuitas (saham).
Jadi uang yang dhimpun dari para investor akan dibelikan saham di pasar modal.
Reksadana saham mirip dengan investasi langsung pada saham. Namun manager investasi lah yang meracik portfolio di dalam reksadana tersebut. 
Hasil yang kita peroleh dari reksadana saham lumayan fluktuatif, artinya kita bisa mendapatkan untung yang besar dan juga kerugian yang lumayan besar.





2. Reksadana Campuran
Reksadana yang dana investasinya sebagian besar dalam bentuk efek ekuitas (saham), efek utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).
Jadi uang yang dhimpun dari para investor akan dibelikan campuran saham, obligasi, dan deposito.
Persentase saham,obligasi, dan deposito nya juga bervariasi.
Hasil yang kita peroleh dari reksadana campuran lumayan bervariasi, artinya semua tergantung komposisi yang diracik oleh manager investasi.





3. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana yang sekitar 80% dana investasinya  dalam bentuk efek utang (obligasi).
Jadi uang yang dhimpun dari para investor akan dibelikan surat utang. Surat Utang yang dimaksud bisa jadi Surat Utang suatu Negara maupun Surat Utang Perusahaan.
Hasil yang kita peroleh dari reksadana pendapatan tetap lumayan stabil walaupun nilai obligasi juga naik turun.





4. Reksadana Pasar Uang
Reksadana yang sekitar 100% dana investasinya  dalam bentuk efek yang bersifat hutang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun, seperti deposito, SBI, SPBU.
Hasil yang kita peroleh dari reksadana pasar uang, sangat stabil, namun keuntungan yang dapat diperolah sangat kecil.





So. Kalian pernah membeli reksadana apa?
Jangan lupa membaca prospektus reksadana nya ya, sebelum membeli reksadana.


Komentar

Paling Banyak dibaca

Cara dan Langkah Membuka Akun Saham Online

Note : Semua rekening sudah bisa membuka akun saham secara online di Phillip Sekuritas. Perbedaannya, jika kamu sudah memiliki rekening BCA , maka kamu tinggal memilih RDN Bank BCA . Jika kamu belum memiliki rekening BCA , maka kamu tinggal memilih RDN Bank Permata . Untuk membuka rekening saham online di Phillip Sekuritas Indonesia diperlukan beberapa syarat. Syarat-syarat membuka akun saham online yang harus dipenuhi adalah : 1. Foto KTP 2. Foto NPWP (Tidak Wajib) 3. Cover Depan Buku Tabungan (Jika menggunakan RDN Bank Mandiri dan Sinarmas)* *Khusus untuk yang ingin membuka Rekening Saham BCA dan Bank Permata, poin yg ketiga tidak diperlukan .  Yang penting kamu sudah mengingat nomor rekening BCA atau Permata nya. Nah satu keunggulan jika kamu sudah memakai rekening BCA atau rekening Bank Permata, kamu tidak perlu print dokumen fisik lagi. Jadi bisa langsung daftar sampai selesai semuanya full online. Jadi melalui handphone kamu, sekarang kamu bisa membuka akun saham online . ...

Belajar Teknikal Saham - Pola Cup and Handle (Sinyal Bullish Saham)

Sering sekali kita ingin mengetahui apakah suatu saham sudah masuk dalam fase bullish apa tidak. Pola Cup & Handle sering digunakan untuk menjawabnya. Kita pelajari dahulu sejarah Pola Cup and Handle ini. Cup and handle pattern sudah ada sejak tahun 1988 sering dikenal sebagai grafik pembawa keberuntungan. Pattern ini awalnya diperkenalkan oleh seorang analis berdarah Amerika Serikat, William J. O'Neil lewat bukunya, "How to Make Money in Stocks" . Pola ini disebut cup and handle lantaran tren harga mengalami cekungan ke bawah menyerupai huruf "U" layaknya sebuah cangkir (cup) dan diakhiri dengan tren harga yang bentuknya menyerupai gagangnya (handle). Berikut ciri2 saham yang sudah masuk pola Cup & Handle : 1. Pola yang terbentuk adalah cangkir yg landai, seperti huruf U . Hati2 dengan pola cangkir yang terlalu tajam, sehingga menyerupai huruf V. 2. Setelah harga bergerak naik membentuk wadah di sekitar level resistennya, harga kembali bergerak turun ...

Takutlah ketika orang lain serakah, Serakah lah ketika orang lain takut.

Portofolio Saham Merah? Mungkin Ini Saatnya Memulai Lagi dengan Average Price yang Lebih Baik Hampir setiap investor saham pernah mengalami fase yang sama. Ketika membuka aplikasi sekuritas, yang terlihat justru dominasi warna merah. Portofolio turun 10%, 20%, bahkan lebih. Rasanya ingin menunggu harga kembali ke titik impas, tetapi pasar justru terus bergerak tanpa kepastian. Jika Anda sedang berada di kondisi tersebut, Anda tidak sendirian. Yang perlu diingat, penurunan portofolio bukan berarti perjalanan investasi telah berakhir. Justru dalam sejarah pasar modal, banyak investor sukses memanfaatkan periode penurunan untuk membangun kembali portofolionya dengan strategi yang lebih baik. Jangan Terjebak dengan Harga Beli Lama Banyak investor enggan membeli saham lagi hanya karena masih terpaku pada harga beli sebelumnya. Misalnya Anda membeli saham di harga Rp8.000. Saat ini saham tersebut berada di Rp5.500. Pikiran yang sering muncul adalah: "Saya tunggu balik ke Rp8.000 dulu ba...

3 Cara Simpel Cuan Saham dari Saham IPO

Banyak jalan menuju Roma, banyak pula cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan profit di pasar modal. Ada orang yang tetap cuan walaupun kerjaannya hanya menunggu suatu saham naik, ada pula yang trading dalam jangka waktu yang pendek dalam hitungan jam maupun menit. Nah ada pula yang cuan dari membeli saham2 IPO. Membeli saham IPO memang sangat menarik untuk dibahas. Buat yang belum tahu, saham2 IPO adalah saham yang baru pertama sekali listing di Bursa Efek Indonesia alias saham2 baru. Apa yang harus kita lakukan sebelum membeli saham2 IPO? Tentu saja kita sudah harus memiliki akun saham terlebih dahulu. Akun saham bisa digunakan untuk membeli saham (termasuk saham2 IPO) , reksadana, obligasi negara (surat utang negara) , maupun obligasi perusahaan (surat utang perusahaan). Bagi kamu yang mau buka akun saham pertama sekali maupun jika mau buka akun saham lagi untuk diversifikasi portfolio, kamu bisa klik langkah2 di link di bawah ini. Jika ada yang kurang jelas, kamu bisa contact say...

Menjadi Kaya dan Pensiun dengan Investasi Saham Jangka Panjang

Memilih saham memang harus bijak dan hati2. Jangan sampai uang yang kita kumpulkan malah habis begitu saja. Dinamika politik dan bisnis berjalan begitu cepat. Setiap hari kita dihadapkan pada banyak berita. Kadang berita tersebut membawa angin segar, terkadang membawa kabar buruk. Jika tujuan investasi kita benar2 panjang, maka kita tidak perlu merespon berlebihan terhadap berita2 tersebut. Termasuk juga pergerakan harga saham yang kita beli dalam jangka pendek. Untuk menyamakan persepsi, saya menganggap jangka panjang disini adalah di atas 10 tahun dan bahkan saham tersebut bisa dipegang selamanya. Berikut poin-poin yang kita bahas untuk menentukan saham bagus dalam jangka panjang : 1. Kenali diri sendiri Hal pertama yang kita lakukan adalah mengenali diri sendiri. Ketika kita memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang, kita harus tahu siapa kita sebenarnya dan apa pekerjaan utama kita. Contohnya kita adalah karyawan di suatu perusahaan dengan gaji Rp 5 juta. Bagaimana jikalau kita ...