Langsung ke konten utama

Yuk Mulai Berinvestasi !

Instagram

Sampai Kapan Harga Saham Akan Turun? Kapan titik terendah nya?

Jika kita bertanya : "Sampai Kapan Harga Saham Akan Turun? Kapan titik terendah nya?" maka kita tidak akan mendapatkan jawaban yang pasti.

Akan banyak ahli yang memprediksi bahwa dalam setahun ke depan akan turun terus dan ahli yg satu lagi akan memberikan prediksi sebaliknya.

Yang mana yang harus kita ikuti?

Nobody knows. Tidak ada orang yang tahu dimana titik terendah sebuah saham

Yang harus kita ikuti dan cermati adalah saham yang sudah dan akan kita beli.

Lupakan IHSG, Dow Jones dan lainnya, fokus lah pada kinerja emiten yang sudah kita beli dan yang menawarkan peluang bagus untuk dibeli.

Bagaimana jika harganya turun terus?

Tentunya ini adalah berita baik buat kita yang paham akan kondisi dan fundamental emiten yang kita beli. Dengan memiliki money management yang baik, kita tidak akan terlalu merisaukan ke arah mana pasar akan bergerak.

Harga sekarang contonya Rp1000 terlihat sudah murah dan mencapai titik terendahnya selama 5 tahun terakhir, namun bukan berarti tidak ada kemungkinan saham tersebut akan turun lebih dalam lagi.

Untuk itu, penting bagi kita untuk tidak asal-asalan dalam membeli perusahaan yang ada di bursa.

Contoh jika kita membeli saham-saham yang berbau "gorengan", memang bisa saja kita mendapatkan return yang lebih tinggi dan besar daripada teman-teman yang membeli saham-saham Blue Chips yang karena kapitalisasi pasarnya besar, gerakannya cenderung lambat namun jauh lebih stabil daripada emiten-emiten yang nilai kapitalisasi pasarnya kecil.

Akan tetapi , ketika harganya turun jauh. Kita mulai ragu untuk membeli lagi di harga yang lebih murah.

So, lakukan tugas anda. Carilah peluang besar di pasar modal, apalagi pada kondisi sekarang menutur penulis merupakan waktu yang sangat baik untuk berinvestasi.

Happy Investing!


Komentar

Paling Banyak dibaca

Penjelasan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2

Apa sih itu siklus penyelesaian Transaksi Bursa T+2 ? Beginilah skema transaksi kita di Bursa Efek Indonesia : Penjelasan sederhana dari Gambar ini adalah : Ketika kita membeli atau menjual saham, maka order kita akan diteruskan Anggota Bursa (Dalam hal ini Perusahaan Sekuritas) ke IDX( Bursa Efek Indonesia). IDX kemudian menyerahkan rincian data transaksi (beli dan jual) yang kita lakukan kepada  KPEI dan KSEI. Apa sih KPEI dan KSEI itu? Akan kita bahas di artikel selanjutnya ya. Lalu KPEI dan KSEI akan menambah atau mengurangi portfolio kita sesuai transaksi yang kita lakukan. Jika kita membeli Saham BBRI sebanyak 10 lot , maka pada portfolio kita akan ditambah 10 lot saham BBRI . Sementara itu, pada RDN kita akan dikurangi jumlah uang sebesar pembelian kita pada saham BBRI tersebut. Proses ini lah yang memakan waktu 2 hari kerja bursa alias T+2. Sehingga ketika kita membeli saham di hari Senin, maka pada hari rabu lah uang kita secara real baru dikurangi di RDN. Begitu pula...

Cara dan Langkah Membuka Akun Saham Online

Note : Semua rekening sudah bisa membuka akun saham secara online di Phillip Sekuritas. Perbedaannya, jika kamu sudah memiliki rekening BCA , maka kamu tinggal memilih RDN Bank BCA . Jika kamu belum memiliki rekening BCA , maka kamu tinggal memilih RDN Bank Permata . Untuk membuka rekening saham online di Phillip Sekuritas Indonesia diperlukan beberapa syarat. Syarat-syarat membuka akun saham online yang harus dipenuhi adalah : 1. Foto KTP 2. Foto NPWP (Tidak Wajib) 3. Cover Depan Buku Tabungan (Jika menggunakan RDN Bank Mandiri dan Sinarmas)* *Khusus untuk yang ingin membuka Rekening Saham BCA dan Bank Permata, poin yg ketiga tidak diperlukan .  Yang penting kamu sudah mengingat nomor rekening BCA atau Permata nya. Nah satu keunggulan jika kamu sudah memakai rekening BCA atau rekening Bank Permata, kamu tidak perlu print dokumen fisik lagi. Jadi bisa langsung daftar sampai selesai semuanya full online. Jadi melalui handphone kamu, sekarang kamu bisa membuka akun saham online . ...

3 Cara Simpel Cuan Saham dari Saham IPO

Banyak jalan menuju Roma, banyak pula cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan profit di pasar modal. Ada orang yang tetap cuan walaupun kerjaannya hanya menunggu suatu saham naik, ada pula yang trading dalam jangka waktu yang pendek dalam hitungan jam maupun menit. Nah ada pula yang cuan dari membeli saham2 IPO. Membeli saham IPO memang sangat menarik untuk dibahas. Buat yang belum tahu, saham2 IPO adalah saham yang baru pertama sekali listing di Bursa Efek Indonesia alias saham2 baru. Apa yang harus kita lakukan sebelum membeli saham2 IPO? Tentu saja kita sudah harus memiliki akun saham terlebih dahulu. Akun saham bisa digunakan untuk membeli saham (termasuk saham2 IPO) , reksadana, obligasi negara (surat utang negara) , maupun obligasi perusahaan (surat utang perusahaan). Bagi kamu yang mau buka akun saham pertama sekali maupun jika mau buka akun saham lagi untuk diversifikasi portfolio, kamu bisa klik langkah2 di link di bawah ini. Jika ada yang kurang jelas, kamu bisa contact say...

Takutlah ketika orang lain serakah, Serakah lah ketika orang lain takut.

Portofolio Saham Merah? Mungkin Ini Saatnya Memulai Lagi dengan Average Price yang Lebih Baik Hampir setiap investor saham pernah mengalami fase yang sama. Ketika membuka aplikasi sekuritas, yang terlihat justru dominasi warna merah. Portofolio turun 10%, 20%, bahkan lebih. Rasanya ingin menunggu harga kembali ke titik impas, tetapi pasar justru terus bergerak tanpa kepastian. Jika Anda sedang berada di kondisi tersebut, Anda tidak sendirian. Yang perlu diingat, penurunan portofolio bukan berarti perjalanan investasi telah berakhir. Justru dalam sejarah pasar modal, banyak investor sukses memanfaatkan periode penurunan untuk membangun kembali portofolionya dengan strategi yang lebih baik. Jangan Terjebak dengan Harga Beli Lama Banyak investor enggan membeli saham lagi hanya karena masih terpaku pada harga beli sebelumnya. Misalnya Anda membeli saham di harga Rp8.000. Saat ini saham tersebut berada di Rp5.500. Pikiran yang sering muncul adalah: "Saya tunggu balik ke Rp8.000 dulu ba...

Belajar Teknikal Saham - Pola Cup and Handle (Sinyal Bullish Saham)

Sering sekali kita ingin mengetahui apakah suatu saham sudah masuk dalam fase bullish apa tidak. Pola Cup & Handle sering digunakan untuk menjawabnya. Kita pelajari dahulu sejarah Pola Cup and Handle ini. Cup and handle pattern sudah ada sejak tahun 1988 sering dikenal sebagai grafik pembawa keberuntungan. Pattern ini awalnya diperkenalkan oleh seorang analis berdarah Amerika Serikat, William J. O'Neil lewat bukunya, "How to Make Money in Stocks" . Pola ini disebut cup and handle lantaran tren harga mengalami cekungan ke bawah menyerupai huruf "U" layaknya sebuah cangkir (cup) dan diakhiri dengan tren harga yang bentuknya menyerupai gagangnya (handle). Berikut ciri2 saham yang sudah masuk pola Cup & Handle : 1. Pola yang terbentuk adalah cangkir yg landai, seperti huruf U . Hati2 dengan pola cangkir yang terlalu tajam, sehingga menyerupai huruf V. 2. Setelah harga bergerak naik membentuk wadah di sekitar level resistennya, harga kembali bergerak turun ...