Earning Per Share (EPS) dalam Analisa Fundamental Saham

Dalam Analisa Fundamental Saham, dikenal salah satu cara klasik untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor.

Komponen apa saja yang dimasukin untuk menghitung EPS sebuah Emiten ?


Bagaimana Cara menghitung Earning Per Share (EPS) ?
Laba perusahaan adalah Rp. 2.000.000.000 
Jumlah lembar saham perusahaan adalah 100.000.000 lembar 
Maka, laba bersih per saham adalah Rp. 2.000.000.000 / 100.000.000 = Rp. 20 / lembar saham.

Angka di atas adalah contoh bahwa setiap lembar saham dapat menghasilkan keuntungan Rp20.

Jadi, teman-teman gak perlu bingung lagi mengenai EPS.
Biasanya, semakin besar EPS suatu emiten maka semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk menghasilkan untung bagi para pemegang sahamnya.
Akan tetapi naiknya sebuah EPS emiten bukan hanya karena laba bersih yang meningkat, bisa saja ada faktor lain yg mempengaruhi nya.

Faktor yang mempengaruhi naiknya angka EPS :
1. Net Profit (Laba Bersih) naik dan Jumlah Saham yang beredar tetap.
2. Net Profit (Laba Bersih) naik dan Jumlah Saham yang beredar turun/ berkurang.
3. Net Profit (Laba Bersih) naik dan Jumlah Saham yang beredar naik signifikan, tetapi mampu mencetak net profit yang signifikan.

Faktor yang mempengaruhi turunnya angka EPS :
1. Net Profit (Laba Bersih) turun dan Jumlah Saham yang beredar tetap.
2. Net Profit (Laba Bersih) turun dan Jumlah Saham yang naik/bertambah.
3. Net Profit (Laba Bersih) naik dan Jumlah Saham yang beredar naik, sehingga membuat rasio EPS turun.
Earning Per Share (EPS) dalam Analisa Fundamental Saham Earning Per Share (EPS) dalam Analisa Fundamental Saham Reviewed by Harri Pranata on 7/22/2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.