Produk Domestik Bruto (PDB) vs Kapitalisasi Pasar Bursa Saham Indonesia menggunakan Buffett Indicator

Dilansir dari situs gurufocus.com , jika dihitung dari sejarah Gross Domestic Product Indonesia dari tahun 1990 sampai sekarang 2020 dibandingkan dengan kapitalisasi bursa Indonesia, maka harga saham2 di Indonesia sudah tergolong murah alias Undervalued.



GDP Indonesia di Triwulan II tahun 2020 adalah Rp3.687 Triliun, sedangkan total kapitalisasi pasar Indonesia ditutup pada hari perdagangan


Untuk Bursa Berbeda dengan Amerika, yang mana harga sahamnya sudah tergolong "mahal".

Untuk Bursa Saham Amerika Serikat (New York Stock Exchange)

Mengapa kita penting membandingkan ini?

Harga sebuah saham adalah berdasarkan kinerja bisnis nya. Anggap sebuah negara merupakan sebuah perusahaan. Kinerja ekonomi suatu negara tercermin juga salah satunya dari nilai semua perusahaan publik di negara tersebut.

Jika GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto) sebuah negara jauh lebih besar dari nilai kapitalisasi pasar modal nya, maka peluang investasi untuk meraih untung besar di negara tersebut sangat terbuka lebar atau nilai kapitalisasi pasar modalnya tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan GDP nya.

Pasar Saham Singapura, Spanyol dan Turki juga menawarkan peluang yang menarik. Loh, ngapain jauh2, wong pasar modal kita jauh lebih menarik. 🙂

Produk Domestik Bruto (PDB) vs Kapitalisasi Pasar Bursa Saham Indonesia menggunakan Buffett Indicator Produk Domestik Bruto (PDB) vs Kapitalisasi Pasar Bursa Saham Indonesia menggunakan Buffett Indicator Reviewed by Harri Pranata on 8/22/2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.