Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label investor
Instagram

Cara membeli Saham-Saham Indonesia seperti BRI, BCA, Telkom, dll

Cara membeli saham-saham perusahaan besar Indonesia tidak bisa langsung dengan cara mendatangi perusahaan yang akan kita beli sahamnya. Yang harus kita lakukan adalah membuka rekening saham di Perusahaan Sekuritas. Untuk membuka rekening saham bisa dibaca di artikel berikut ini : Cara Membuka Rekening Saham Online Nah, setelah semua proses pendaftaran selesai. Kalian akan diberikan username, password, dan Pin untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia. Baru deh bisa beli saham-saham incaran kalian, seperti  Saham-Saham Sektor Perbankan , seperti : BCA, BRI, BNI, MANDIRI, CIMB Niaga, Danamon,dll. Saham Rokok : Sampoerna, Gudang Garam, Wismilak Inti Makmur,dll Saham-Saham Sektor Consumer Goods : Unilever, Indofood, Kino Indonesia, Sido Muncul,Ultrajaya, dll Saham-Saham Sektor Batubara : Adaro, Bukit Asam, Bayan Resources, Indika Energy, Petrosea, dll Saham-Saham Sektor Perkebunan : London Sumatera, Tunas Baru Lampung, Salim Ivomas, Astra Agro Lestari, dll. Saham Sektor  Properti :

Analisa Fundamental Saham PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

Bank Negara Indonesia merupakan salah satu Bank Buku IV yang memiliki aset yang besar. Covid 19 telah membuat saham BBNI mencapai salah satu titik terendah nya. Pernah menyentuh posisi Rp3300 di bulan Mei 2020. Apakah saham BBNI akan mengalami gain yang luar biasa di masa yang akan datang? Mari kita ulas Profile dan Kinerja Bank BNI di video berikut berikut ini :

Jangan Takut Memulai Investasi Saham !

Mendengar kata "saham" seolah-olah menjadi hal yang sangat tidak disarankan. Masih banyak asumsi di masyarakat yang menganggap bahwa bursa saham adalah tempat penipuan yg resmi. Tentu asumsi itu tidak sepenuhnya salah, tetapi asumsi itu juga bukan asumsi yang benar. Mengapa asumsi demikian bisa terbentuk di masyarakat? Hal ini tak lepas dari banyaknya investasi bodong , penipuan investasi , investasi ilegal yang ada di masyarakat. Banyaknya masyarakat yang tertipu dengan iming2 keuntungan yang luar biasa besar di waktu yang sangat singkat. Jumlah kerugian pun bukan angka yang kecil. Jika ditotal bisa ratusan triliun Rupiah. Itu belum termasuk penipuan2 yang belum dilapor ke OJK. Sedih memang mendengar fenomena ini.  Kurang nya literasi maupun referensi bacaan tentang pasar modal merupakan salah satu alasannya. Tetapi sekarang ini, itu bukanlah alasan lagi. Banyak kok blog-blog, medsos , youtube yang mengulas tentang investasi . Tergantung kita saja, mau mempelajari nya ata