Langsung ke konten utama

Yuk Mulai Berinvestasi !

Instagram

Mindset Wajib Sebelum Memulai Investasi Saham

Sebuah tulisan yang sangat penting untuk disimak sebelum dirimu memulai investasi saham. 

Di zaman digital dan serba canggih ini, dengan menggunakan smartphone kita, kita dapat mendapatkan informasi dengan cepat. Informasi itu membanjiri pikiran kita dengan sangat cepat dan banyak. Tidak seperti zaman dahulu dimana arus informasi sangat sedikit dan tersentralisasi.

Kondisi ini seperti pisau bermata dua, di satu sisi kita sangat diuntungkan karena dengan memiliki banyak informasi, kita dapat banyak membaca dan menentukan pilihan investasi kita dengan tepat. Kita dapat membeli dan menjual saham dengan mudah hanya dengan handphone kita.



Namun di sisi lain keadaan ini juga sering membuat kita galau karena fear (ketakutan) dan greed (keserakahan) sangat mudah kita konsumsi setiap hari.

Perlu diingat di situasi ramainya investor ritel pada zaman sekarang, banyak juga company "bandel" yang hanya ingin mengambil uang ritel dari pasar saham tanpa memikirkan kelangsungan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Banyak juga perusahaan yang jujur dan benar-benar ingin memanfaatkan bursa saham sebagai sarana untuk mendapatkan pendanaan dan tumbuh bersama dengan investor lainnya.

Sampai disini semoga kita dapat melihat sedikit gambaran umum tentang bursa saham. Selanjutnya mindset bagaimana yang harus kita tumbuhkan sebelum memulai investasi saham?

Mari saya bercerita sedikit tentang pertanyaan yang sering dilontarkan ke saya.

1. "Halo Pak Harri, Berarti konsep nabung saham itu kita harus terus setor uang setiap bulan ya?"

Siapa yang suruh anda untuk menyetor setiap bulannya? Ini bukan iuran keamanan komplek. Hehehe.

Di saham sangat fleksibel, jika kita mau beli 1 lot dibiarkan 20 tahun juga tidak ada yang melarang. Mau beli 1 lot setiap hari, juga tidak ada yang bisa memarahi kita. 


2. "Saya orang sibuk, gak sempat untuk memantau saham setiap hari?"

Seperti jawaban dari pertanyaan pertama di atas, tidak ada yang memaksa anda untuk melihat saham atau grafik setiap hari. Banyak juga orang yang berhasil dari saham dengan cara mencicil beli secara perlahan dan mendapatkan hasil bagus dalam jangka panjang. Ada pula orang yang ingin menikmati masa sekarang, sehingga lebih suka untuk trading saham karena keuntungan nya relatif besar dan lebih cepat daripada menunggu hasil investasi.


3. "Hi Harri, saham apa yang bagus sekarang ini?"

4. "Saham ABCD apakah besok pasti naik?"

5. "Saham ABCD gak bakal turun lagi kan?"

Untuk tiga pertanyaan di atas adalah pertanyaan dari orang-orang yang percaya 100% dengan analisa teknikal saham. Padahal mindset yang benar adalah analisa teknikal adalah tools yang kita gunakan untuk memprediksi harga saham dalam suatu rentang waktu tertentu. Ingat kata kunci yang ada disini, yaitu "memprediksi". 

Besok prediksi nya akan hujan lebat disertai petir, ternyata besok hari cerah sekali.

Analisa Teknikal dan Fundamental ada baiknya diperhatikan secara bersama-sama menurut saya.


6. "Halo Pak Harri, kalau uang kita di saham maka akan sulit dicairkan ya?"

Banyak orang tidak menyadari bahwa saham adalah instrumen investasi yang sangat fleksibel. Contoh kasus anda memiliki saham Bank BCA (BBCA) senilai Rp400 juta, maka akan lebih mudah bagi kita menjual saham BBCA pada hari bursa dan mendapatkan uang 2 hari setelahnya daripada misalnya uang 400 juta itu berupa properti.  Perlu untuk diingat, ini tidak berlaku di semua saham. Banyak juga perusahaan yang tidak likuid alias transaksi nya sedikit, sehingga bisa jadi akan cukup sulit untuk menjual saham tersebut. Nah sudah tahu betapa penting nya analisa dan banyak membaca bukan?


7. "Halo Harri, kamu pegang saham apa sekarang?"

Untuk teman-teman dekat dan keluarga, biasanya saya berani untuk memberikan kode saham yang menurut saya sedang bagus atau ada masuk di portfolio saham saya. Namun untuk orang-orang yang tidak dekat dan bahkan tidak buka akun saham di bawah saya,  saya tidak akan menjawabnya. Orang-orang ini hanya ingin menguji dan mendapatkan keuntungan di pihaknya saja. 

Jika pilihan saya benar, maka dia sangat senang dan bisa dapat uang, tetapi jika pilihan saya salah, maka saya adalah orang pertama yang dihujat.

Kedua kondisi ini, saya tidak dapat uang sepeserpun.

Apa salahnya buka akun saham di bawah Harri Pranata? 

Jika anda untung, anda yang dapat uang lebih banyak daripada saya. Jika anda rugi, saya juga rugi karena anda tidak ingin berinvestasi saham lagi.

Saya tidak kaya kok dari situ, namun itu hanyalah sebuah realita kehidupan Give and Take.

Nah jika anda hanya ingin tahu kode saham, saya tidak bisa memberi tahu anda lebih dalam mengapa saya memilih saham tersebut dan adalah sebuah ironi jika saya harus meluangkan waktu saya untuk mengangkat telepon anda untuk memberikan penjelasan analisa tentang saham tersebut. Saya juga punya member lain yang harus saya maintain. Lagipula dengan hanya menanyakan ke saya, anda tidak punya keyakinan dan tidak menganalisa tentang saham apa yang anda beli.

Semoga teman-teman investor cukup paham tentang mindset investasi yang harus ada dalam pikiran kita dan ingat investasi itu tidak hanya saham, ada pula reksadana dan obligasi.

Teman-teman dapat mengulik blog saya yang sederhana ini, semoga dapat mencerahkan.

Nah jika ingin membuka akun saham, reksadana, dan obligasi sekaligus dapat klik link di bawah ini :

 Buka Akun Saham, Reksadana, dan Obligasi

Nah jika ingin bergabung di grup whatsapp gratis boleh ke link di bawah

Grup Whatsapp Saham

Komentar

Paling Banyak dibaca

Apa itu Bank Buku I, II, III, dan IV?

Dalam dunia perbankan Indonesia, terdapat pembagian Bank menurut modal intinya. Terdapat 4 klasifikasi Bank, yaitu : 1. Bank Buku I 2. Bank Buku II 3. Bank Buku III 4. Bank Buku IV 1. Bank Buku I Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp 1 Triliun. Bank Buku I merupakan Bank yang paling kecil dari keempat jenis Bank di atas. Contoh Bank Buku I : - Bank Maspion - Bank Sulut - Bank Artos - Bank Pundi - Bank Sampoerna - Bank NTB - Bank NTT - Bank Yogyakarta - Bank Dinar Indonesia - Bank Capital - Bank Harda Internasional 2. Bank Buku II Bank yang modal intinya Rp 1 Triliun sampai Rp 5 Triliun. Contoh Bank Buku II : - Bank Sinarmas - Bank Aceh - Bank Riau Kepri - Bank MNC Internasional - Bank BPD Bali - Bank Ekonomi - Bank Sumut - Bank Papua - Bank Nobu - Rabobank Indonesia  - Bank Artha Graha Internasional  - Bank Victoria 3. Bank Buku III Bank yang modal intinya  sampai atau kurang dari Rp5 Triliun sampai Rp30 Triliun. Contoh Bank Buku III : - B

Cara dan Langkah Membuka Akun Saham Online

Untuk membuka rekening saham online di Phillip Sekuritas Indonesia diperlukan beberapa syarat. Syarat-syarat membuka akun saham online yang harus dipenuhi adalah : 1. Foto KTP 2. Foto NPWP (Tidak Wajib) 3. Cover Depan Buku Tabungan (Jika menggunakan RDN Bank Mandiri dan Sinarmas)* *Khusus untuk yang ingin membuka Rekening Saham BCA dan Bank Permata, poin yg ketiga tidak diperlukan .  Yang penting kamu sudah mengingat nomor rekening BCA atau Permata nya. Nah satu keunggulan jika kamu sudah memakai rekening BCA atau rekening Bank Permata, kamu tidak perlu print dokumen fisik lagi. Jadi bisa langsung daftar sampai selesai semuanya full online. Jadi melalui handphone kamu, sekarang kamu bisa membuka akun saham online . Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah : 1. Mendownload Aplikasi Resmi Poems (Milik Phillip Sekuritas Indonesia)  Linknya ada disini : Aplikasi Saham 2. Setelah Download, Pilih Open Account. 3. Kemudian pada bagian Saya mengetahui POEMS dari Mitra  jangan lupa diisi

Bagaimana bisa dapat uang alias untung di pasar saham?

Dalam investasi saham , ada 2 cara untuk kita mendapatkan uang, yaitu : 1. Capital Gain 2. Dividen Mari kita bahas satu per satu : Apakah itu Capital Gain? Capital Gain adalah meningkatnya sebuah nilai saham yang kita beli, sehingga kita bisa menjualnya di harga yang lebih tinggi.  Apakah ketika harganya tinggi sebuah saham harus dijual, tidak harus. Semua tergantung tujuan dan strategi masing-masing investor. Jadi selagi kita belum menjual sebuah saham, kita belum dianggap untung atau rugi. Yang Kedua Dividen. Dividen adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan karena menjalankan sebuah usaha dan keuntungan tersebut dibagikan kepada pemegang saham (shareholder), biasanya dibagikan setiap tahun atau 2x dalam setahun. Pembagian dividen bisa berupa uang tunai(cash)   maupun pembagian saham . Cash yang diberikan Per Lembar Saham,  Contoh : Dividen BBRI tahun ini sebesar Rp250/Lembar saham . Tinggal dikali saja berapa yang kalian dapatkan dengan cara berapa lembar saham yang kalian milik

Rekomendasi Buku Saham untuk Pemula sampai Expert

Bicara mengenai buku, memang tidak ada habisnya. Banyak buku-buku investasi yang ditulis dari tahun 1940-an dari masih relevan sampai sekarang. Investasi memang sangat dinamis dan selalu memiliki trend yang tersendiri. Tidak ada salahnya mengikuti trend yang ada. Bahkan legenda investasi dunia, seperti Warren Buffett juga memiliki pendekatan yang berbeda-beda dari pengalamannya berinvestasi lebih dari 80 tahun. Beliau sudah memulai investasi ketika berumur 11 tahun. Berikut adalah buku-buku yang dapat membantu kamu untuk belajar investasi saham dan memiliki mindset serta emosional yang bagus dalam memulai investasi : 1. The Intelligent Investor (Benjamin Graham) Buku ini ditulis oleh guru Warren Buffett dalam berinvestasi, yaitu Benjamin Graham. Graham merupakan dosen Warren Buffett ketika berkuliah di Columbia University, Amerika Serikat . Pendekatan investasi yang ditulis oleh Benjamin Graham dalam buku ini adalah tentang Value Investing. Dalam dunia investasi, sering sekali terjadi

Investasi Tenang dan Cuan Berkat Moat Dalam Saham

Parit ekonomi (Moat Economic) adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan untuk melindungi margin keuntungannya dari pesaing. Ini adalah keunggulan yang tidak mudah ditiru, sehingga menciptakan penghalang efektif terhadap persaingan, sehingga memungkinkan perusahaan menghasilkan keuntungan berlebih untuk memberikan hasil yang lebih besar kepada pemegang saham. Sebaliknya, bayangkan jika sebuah perusahaan tidak memiliki moat. Kelebihan keuntungan menarik persaingan seperti lebah ke dalam honeypot. Pada akhirnya kelebihan keuntungan ini akan dengan cepat dikompetisikan dan seringkali pemegang saham akan mendapatkan keuntungan yang pas-pasan. Untuk menemukan perusahaan yang dapat menambah kekayaan Anda selama beberapa dekade seperti yang dilakukan perusahaan seperti Sees’ Candies atau Geico yang diinvest oleh investor legendaris   Warren Buffett , pertama-tama kita perlu menentukan apakah mereka memiliki parit ekonomi yang tahan lama untuk melindungi margin keuntungannya. Mari