Artikel ini bukan menjatuhkan influencer saham semuanya. Banyak juga influencer saham yang mengedukasi dengan benar, tetapi ada juga influencer yang berniat jahat untuk 'mencuri' uang.
Influencer alias pegiat media sosial sangat membantu masyarakat agar terhindar dari investasi bodong. Media sosial merupakan salah satu media yang paling banyak diakses masyarakat untuk belajar investasi.
Berikut saya ceritakan beberapa modus yang dilakukan influencer saham untuk mengambil uang kamu, yaitu :
1. Penipuan Investasi Grup Whatsapp dan Telegram
Ini salah satu yang paling marak dilakukan di media sosial. Modus nya bermacam-macam, seperti meng-invite nomor handphone anda ke grup whatsapp atau telegram. Di grup tersebut, akan banyak orang yang menshare bukti cuan atau profit karena investasi tersebut. Jika kamu mendapat invite seperti ini, lgsg saja keluar dari grup tersebut dan report akunnya ke platform whatsapp atau telegram.
2. Penipuan Investasi mengatasnamakan Public Figur
Foto dan nama artis terkenal atau influencer sering dipakai untuk penipuan investasi. Saya sering sekali melihat ini di media sosial. Ini merupakan kejahatan serius, jangan terpengaruh dengan centang biru, Karena sekarang ini centang biru bisa dibeli. Banyak masyarakat yang percaya dengan akun tersebut dan mentransfer sejumlah uang.
3. Penipuan Investasi Saham (Padahal bukan investasi saham yang resmi)
Minimnya literasi keuangan membuat masyarakat kita sering tidak bisa membedakan investasi saham dan instrumen investasi lainnya, contohnya forex. Jelas-jelas forex itu sangat berbeda dari saham.
Saya sudah pernah menuliskan perbedaan antara forex dan saham pada artikel di bawah ini :
8 Perbedaan Investasi Forex dan Saham
Banyak banget investasi yang memberikan resiko yang sangat tinggi. Masyarakat kita hanya melihat dari sisi profit dan cuan, tidak pernah melihat dari sisi resiko.
Jika kamu ingin membuka akun saham yang resmi dan dapat edukasi yang memadai, silahkan lihat tutorialnya pada artikel di bawah ini :
Jika kamu curiga dengan platform investasi dan merasa ragu, kamu boleh juga bertanya kepada saya di medsos maupun di nomor whatsapp yang ada pada artikel di atas.
4. Influencer saham melakukan pom-pom saham
Influencer saham yang memiliki banyak followers di sosial media menaikkan harga suatu saham 'ABCD' dengan menggunakan banyak sekuritas. Lalu mereka membuat narasi bahwa saham 'ABCD' memiliki prospek yang cerah karena akuisisi, dll. Ternyata di hari kalian melakukan saham 'ABCD' tersebut, influencer tersebut menjual saham 'ABCD' alias take profit.
Ia membeli di harga bawah, lalu menjual di harga tinggi kepada kalian. Ia cuan sangat besar lalu uangnya digunakan untuk membeli mobil-mobil mewah agar menjaga kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, porto kalian akan sangkut dan bingung untuk melakukan apa, karena biasanya saham-saham yang digoreng seperti ini sering sekali merupakan perusahaan yang tidak jelas dan tidak liquid. Hati-hati ya guys. Tidak boleh ada orang yang benar-benar kalian percayai di bursa. Kalian harus melakukan analisa sendiri agar semakin yakin.
Demikianlah beberapa contoh penipuan investasi yang sudah kita bahas, kalau kalian pernah mendengar atau mengalami modus-modus lainnya, boleh share ke saya ya. Sayangi uang hasil kerja kalian guys.
Be a smart people. Happy Investing.


Komentar
Posting Komentar