Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Analisa Fundamental
Instagram

Strategi Investasi Saham Terbaik Untuk Pemula

 Bagi kamu yang baru memulai investasi saham , mungkin terbersit banyak pertanyaan dan keraguan yang ada pada diri kita. Sering sekali, apa yang kita harapkan dalam sebuah investasi, malah terjadi hal yang sebaliknya. Saham yang kita yakini akan naik, ternyata turun terus walaupun kita sudah melakukan average down beberapa kali. Bahkan tidak menutup kemungkinan, saham tersbut akan turun terus dan tidak tahu kapan naiknya. Jangan pernah terbersit di pikiran kita, bahwa jika suatu saham pernah menyentuh suatu harga tertentu, maka sudah pasti akan dia menyentuh harga itu lagi. Semua itu tidak pasti. Yang membedakan itu semua adalah "kinerja perusahaan". Inilah yang membedakan investasi saham dengan investasi yang lainnya. Pada investasi saham ,setiap lembar saham yang kita beli, artinya kita memiliki perusahaan tersebut, kita punya bisnis di perusahaan tersebut.  Jika kinerja perusahaan tersebut semakin hebat setiap kuarter maupun setiap tahunan, maka secara otomatis harga saha

Sabar dan Ikhlas adalah kunci keberhasilan berinvestasi saham

 Terdapat dua kata kunci yang sangat muzarab bagi para investor saham di pasar modal .  Dua kata tersebut adalah Sabar dan Ikhlas . Kesabaran merupakan salah satu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Peristiwa-peristiwa yang menguji kesabaran kita adalah ketika  1. Saham yang kita beli turun terus harganya 2. Saham yang kita beli harganya tidak naik-naik 3. Saham yang kita beli harganya naik, tetapi kita terlalu cepat untuk menjualnya. Adalah hal yang wajar bagi kita semua jika mengalami peristiwa-peristiwa di atas. Balik lagi, semua itu tergantung dari Plan (Rencana) kita sendiri. Apakah kita ingin berinvestasi untuk jangka panjang atau kita ingin mendapatkan keuntungan yang lebih cepat. Yang kedua adalah ikhlas. Ikhlas juga sangat penting dalam berinvestasi. Setiap hari kita akan melihat beberapa saham yang harganya "terbang" drastis ke angkasa. Seketika itu pula kita ingin ikut membeli saham tersebut tanpa tahu fundamental saham yang kita beli. Dalam beberapa kesempatan,

Kapan waktu terbaik untuk menjual saham?

" Kapan waktu terbaik untuk menjual saham"?, mungkin ini adalah salah satu pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab di dunia investasi. Mudah untuk membeli saham, namun sulit untuk menentukan kapan saham ini harus dijual. Banyak contoh kasus, ketika dijual harga sahamnya malah terbang atau ketika tidak dijual lalu harga sahamnya balik kembali turun bahkan berubah menjadi minus. Ya, semua orang pasti akan mengalami hal-hal seperti ini. Heran saja jika ada banyak orang yang pamer porto seolah-olah ia selalu untung dan tidak pernah rugi. Jelas-jelas itu adalah sebuah penipuan. Bagaimana mungkin dengan banyak melepas anak panah, akurasi kita selalu tepat? Tentu semakin byk anak panah yang kita lepas semakin besar juga peluang kita tidak mencapai target. Balik lagi ke pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk menjual saham? Menurut penulis, waktu yang sangat tepat adalah ketika mencapai target yang kita inginkan . Tentukan dahulu berapa persen gain atau berapa jumlah nilai uang

Tips memilih saham untuk Investor Saham Pemula

Memilih saham untuk Investor Saham Pemula merupakan hal yang gampang-gampang sulit untuk dilakukan. Jumlah Perusahaan Terbuka (Tbk) alias yang sudah Go Public di Indonesia ada sekitar 677 perusahaan.  Tentunya kita ingin membeli perusahaan-perusahaan yang memberikan gain terbaik bagi portfolio kita. Manakah saham yang akan memberikan kita keuntungan maksimal? Hal ini sangat sulit untuk dijawab dikarenakan keuntungan maksimal itu sangat relatif.  Bisa saja dengan kenaikan 50% kita sudah cukup puas dan merasa itu sangat maksimal. 2-5% per hari mungkin saja menjadi target harian bagi yang orientasi nya trading. Jadi, untuk memilih saham yang baik dalam investasi kita harus bertanya kepada diri kita sendiri dahulu. Berikut list-list pertanyaan yang mungkin harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri 1. Berapa lama kah jangka waktu yang kita targetkan untuk investasi kita tersebut? 2. Saham-Saham Sektor mana yang lebih kita pahami dan cenderung lebih stabil maupun fluktuatif? 3. Berapa be

Sampai Kapan Harga Saham Akan Turun? Kapan titik terendah nya?

Jika kita bertanya : "Sampai Kapan Harga Saham Akan Turun? Kapan titik terendah nya?" maka kita tidak akan mendapatkan jawaban yang pasti. Akan banyak ahli yang memprediksi bahwa dalam setahun ke depan akan turun terus dan ahli yg satu lagi akan memberikan prediksi sebaliknya. Yang mana yang harus kita ikuti? Nobody knows. Tidak ada orang yang tahu dimana titik terendah sebuah saham Yang harus kita ikuti dan cermati adalah saham yang sudah dan akan kita beli. Lupakan IHSG, Dow Jones dan lainnya, fokus lah pada kinerja emiten yang sudah kita beli dan yang menawarkan peluang bagus untuk dibeli. Bagaimana jika harganya turun terus? Tentunya ini adalah berita baik buat kita yang paham akan kondisi dan fundamental emiten yang kita beli. Dengan memiliki money management yang baik, kita tidak akan terlalu merisaukan ke arah mana pasar akan bergerak. Harga sekarang contonya Rp1000 terlihat sudah murah dan mencapai titik terendahnya selama 5 tahun terakhir, namun bukan berarti tida

Produk Domestik Bruto (PDB) vs Kapitalisasi Pasar Bursa Saham Indonesia menggunakan Buffett Indicator

Dilansir dari situs gurufocus.com , jika dihitung dari sejarah Gross Domestic Product Indonesia dari tahun 1990 sampai sekarang 2020 dibandingkan dengan kapitalisasi bursa Indonesia, maka harga saham2 di Indonesia sudah tergolong murah alias Undervalued . GDP Indonesia di Triwulan II tahun 2020 adalah Rp3.687 Triliun, sedangkan total kapitalisasi pasar Indonesia ditutup pada hari perdagangan Untuk Bursa  Berbeda dengan Amerika, yang mana harga sahamnya sudah tergolong "mahal". Untuk Bursa Saham Amerika Serikat (New York Stock Exchange) Mengapa kita penting membandingkan ini? Harga sebuah saham adalah berdasarkan kinerja bisnis nya. Anggap sebuah negara merupakan sebuah perusahaan. Kinerja ekonomi suatu negara tercermin juga salah satunya dari nilai semua perusahaan publik di negara tersebut. Jika GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto) sebuah negara jauh lebih besar dari nilai kapitalisasi pasar modal nya, maka peluang investasi untuk meraih